Kontak Kami

Blog

Mempercepat Balik Modal di Bisnis Franchise Ala TDW

Mempercepat balik modal adalah salah satu hal yang selalu ditanyakan oleh calon mitra    sebelum membeli hak waralaba, biasa menyangkut beberapa lama bisnis tersebut bisa BEP (break event point). Poin ini sangat wajar dipetanyakan, karena setiap pebisnis punya motivasi yang sama, yakni meraih untung. Apalagi di bisnis franchise, sebisa mungkin harus terukur seperti kapan BEP-nya. Jadi tidak, siapa yang mau membeli franchise.

Namun, adakah cara yang bisa mempercepat BEP dalam waktu yang lebih singkat? Menurut Tung Dosem Waringin, semua bisnis, semua outlet franchise sangat mungkin untuk bisa meraih BEP secara cepat. Tetapi, ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus diperhatikan. Motivator bisnis yang biasa dipanggil TDW itu menyarankan pelaku bisnis untuk memperhatikan dua tahapan.

Tahap pertama, sebelum membeli franchise. Pada tahap ini, pelaku usaha harus mengamati beberapa hal. Pertama, bisnis yang dijalankan layak tumbuh. Di sini, franchisee harus jeli melihat model atau induk bisnisnya. Jangan hanya percaya pada pernyataan franchisor bahwa bisnis tersebut sangat menjanjikan. Sebab, tidak jarang para pelaku usaha yang langsung memfranchisekan usahanya sebelum meraih BEP. Kalau sudah begini, bagaimana mungkin franchisee bisa menjalankan secara menguntungkan kalau fanchisornya saja tidak mampu membuktikannya.

Jika BEP franchisor diperoleh dari menjual hak waralaba, bukan dari kinerja produknya, hal itu bukan bukti bahwa bisnis tersebut menjanjikan. Karena itu, sebuah bisnis harus berjalan sekitar 4-5 tahun sebelum difranchisekan. Cara ini untuk membuktikan bahwa bisnis tersebut sudah BEP dan sustain sebagai ukuran untuk mengestimasi kemungkinan waktu BEP yang bisa diraih oleh para investor (franchisee).

Mengapa hal ini penting? Karena bisnis itu  tidak selalu harus behasil. Menurut TDW, kemungkinan sebuah bisnis tidak berhasil di tahun pertama sangat besar. Dari 100 bisnis yang muncul, 80% mengalami kegagalan di tahun pertama. Sisanya yang 20% , itu pun tidak 100% akan berhasil. Dari yang 20% itu, 80%-nya akan mati juga di tahun keempat. Sehingga di tahun kelima, yang bisa sustain hanya 4%. Disinilah pentingnya para franchisee harus melihat masa bertahannya sebuah bisnis.

Kedua, tungguin outlet franchisornya seharian. Cara ini untuk melihat bagaimana mereka (franchisor) menjual produknya dan untuk mengukur tingkat laku dan tidaknya produk yang dimiliki franchisor. Dalam hal ini, franchisee harus benar-benar waspada, jangan sampai hanya melihat kinerja penjualan produk diatas kertas saja.

Ketiga, lihat pula system marketingnya franchise yang bagus dan teruji adalah yang grafik ketika memulainya tinggi dan ramai lalu setelah itu stabil. Stabil karena bisnis tersebut sudah punya system untuk menggedor pasar ketika outlet-nya.

Pada tahap kedua, yakni setelah terlanjur beli franchise. Di sini franchisee bisa melakukan upaya untuk mempercepat BEP. Ada beberapa cara yang disarankan oleh TDW, diantaranya, pertama, marketing revolution. Langkah pertama ini agar bisnis ramai diminati konsumen. Dalam melakukan marketing revolution ini pelaku usaha harus focus pada tiga hal yang disederhanakan menjadi USP,yakni:

  1. Unlimited advanted (nilai tambah). Nilai tambah bisa berupa harga murah, parkir gratis dan juga hal-hal yang bisa membuat konsumen penasaran.
  2. Sensational offer. Yakni tawaran yang lebih menggiurkan kepada konsumen untuk melakukan aksi pembelian. Contohnya seperti yang dilakukan Lion Air dengan program: “Terbang dengan Lion Air, pulang bawa BMW”. Nah, sensational offer ini menurut TDW ada tiga, yakni hadiah, diskon dan limit. Limit mengundang rush. Dengan begitu,BEP bisa dengan cepat diraih.
  3. Powerfull promise. Misalnya dengan memberikan garansi yang luar biasa.

Kedua, berikan penawaran yang konsumen tidak bisa menolaknya. Ketiga, copywriting yang harus mengena dengan target market. Keempat, gunakan 12 jurus yang cukup ampuh dan sangat mengena terhadap market, yaitu, press release publishity,reference, endorsement, iklan utamakan dengan barter,direct sales, direct agent, direct mail, house benefesary/ada induknya, telemarketing, joint venture, canvassing/pameran dan seminar.

Menurut TDW, cara-cara untuk mempercepat BEP tersebut tidak sulit. Kuncinya, harus bisa jualan. Dan itu harus mengikuti konsep yang disebut TDW sebagai marketing revolution. “Sangat gampang”, kata penulis buku Financial Revolution tersebut.

Kuncinya, tandas TDW, terletak pada marketing, control dan SDM. Tiga hal ini menjadi satu kesatuan. Untuk mengukur SDM itu baik, bisa dilihat dari produktifitasnya yang harus terkait langsung dengan penghasilannya. “Tanpa kecuali, semua jenis usaha bisa mempercepat BEP. Syaratnya yang tadi saya ungkapkan,” tandasnya.

Namun, jika produknya tidak mendukung, system marketingnya tidak jalan dan sales-nya tidak punya passion, kan menjadi kendala bagi bisnis yang dijalankan untuk meraih BEP secara cepat. Dalam Tahu Mafia, nanti mitra akan dibimbing marketingnya, supaya bisa cepat BEPnya, kuncinya komunikasi dengan Tahu Mafia dengan mitras mitranya, sehingga mitra akan mendapatkan strategi marketing yang uptodate.

slider-2

Tahu Mafia menawarkan 3 macam paket kemitraan dengan biaya terjangkau , yaitu :

  1. PAKET ALCAPONE  ( untuk di Mall )
  2. PAKET KARTEL ( untuk Outdoor)
  3. PAKET GANGSTER

Setiap paket yang ditawrkan mempunyai keunggulan tersendiri, seperti paket Alcapone dapat bonus mafia board, paket kartel dapat bonus payung  besar, dan paket gangster  Adalah satu satunya paket yang boothnya bisa dibongkar pasang.  Nah, saat artikel ini dibuat, ada diskon s/d 5 Juta Rupiah untuk anda yang bergabung dengan Tahu Mafia sekarang, Segera kontak kami di TELP / WA : 0812 2979 5868 ( TSEL) atau PIN BBM : 2BAF9465

 

Disadur dari berbagai sumber dan dari Majalah FRANCHISE Juni-Juli 2011

Leave a Comment

Top↑

You might also likeclose